Dalam diri kita ada segumpal darah, kalau ia baik maka baik pula tindakan kita, itulah qolbu/hati
Minggu, 08 November 2009
SOAL LATIHAN GEORAFI BAB ( PENGINDERAAN JAUH & SIG )
KELAS XII
SMA N 1 RANDUDONGKAL
1. Dalam studi geografi citra foto udara dapat digunakan untuk …..
a. Mengenali ciri-ciri wilayah vulkan
b. Memperkirakan waktu erupsi vulkan
c. Mengenali deposit pasir vulkan
d. Menjelaskan hubungan ekologis antar wilayah
e. Memprediksi perkembangan wilayah vulkan
2. Resolusi spasial adalah .....
a. Spektrum gelombang elektromagnetik yang dapat mencapai permukaan bumi
b. Kemampuan sensor untuk menampilkan gambar dari obyek terkecil dari permukaan bumi.
c. Alat penerima data satelit dipermukaan bumi
d. Citra yang dihasilkan dengan menggunakan sensor elektronik
e. Citra yang dihasilkan oleh sensor fotografik
3. Penginderaan jauh dalam prosesnya disebut sebagai suatu sistem, karena ....
a. Terdiri dari beberapa komponen atau elemen
b. Melibatkan banyak personal
c. Merupakan inter disipliner
d. Merupakan satu teknik dan seni
e. Banyak instansi yang mendukung
4. Citra foto yang dibuat dengan mengunakan semua spektrum sinar tampak mulai dari warna merah sampai ungu disebut .....
a. foto inframerah
b. foto ortokkromatik
c. foto oblique
d. foto pankromatik
e. foto multispektral
5. Salah satu keunggulan yang paling menonjol dati data yang dihasilkan melalui indraja adalah ....
a. mencakup obyek yang terbatas
b. biayanya murah
c. cepat dan tepat
d. tak perlu pengolahan lebih lanjut
e. jarang terjadi distorsi yang berarti
6. Letak obyek terhadap bentang darat disekitarnya disebut ...
a. rona
b. tektur
c. citra
d. situs
e. asosiasi
7. Diketahui sebuah pesawat terbang dengan ketinggian sekitar 3.000 meter, terp[asang kamera dengan panjang jarak fokus=30 cm, maka foto-foto yang dihasilkan dibuat akan berskala .....
a. 1 : 2.000
b. 1 : 3.000
c. 1 : 100.000
d. 1 : 1.000
e. 1 : 10.000
8. Catra satelit, citra inframerah termal, citra radar, dan sebagainya merupakan contoh dari ..
a. citra foto
b. wahana
c. citra non foto
d. citra sensor elektronik
e. foto udara
9. Hasil gambaran rekaan berupa foto yang dihasilkan dengan citra optik dan elektronik disebut .....
a. sensor
b. citra
c. wahana
d. situs
e. pola
10. Tingkat kegelapan atau kecerahan obyek pada citra disebut .....
a. wahana
b. rona
c. situs
d. pola
e. citra
11. Jenis foto udara yang kecondongan sumbunya sangat besar sehingga terlihat batas pandangnya disebut ....
a. orto photograph
b. high oblique photograph
c. multi spectral photograph
d. pancromatic photograph
e. low oblique photograph
12. Kualitas sebuah sensor dikatakan bagus apabila ......
a. obyek dapat direkam seluruhnya
b. semakin kecil obyek yang mampu direkam
c. mampu merekam obyek yang luas
d. citranya terang
e. citranya dapat dibaca
13. Alat yang digunakan untuk mengubah data teristis menjadi data digital adalah .....
a. Printer
b. Plotter
c. Digitiser
d. CPU
e. VDU
14. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi (SIG) yang paling tepat untuk bidang sumber daya alam, adalah..........
a. Pemetaan area supermarket
b. Pemetaan daerah padat penduduk
c. Pemetaan daerah sebaran industri
d. Pemetaan persebaran tambang batu bara
e. Perencanaan pembangunan daerah transmigrasi
15. Tahapan kerja dalam SIG yang mengaitkan basis data dengan ........ melaui internet.
a. Konversi
b. Pemberian label
c. Digitasi peta
d. Konversi
e. Network
16. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi untuk pembangunan, kecuali ......
a. Pemantauan program IDT
b. Mempercepat inventarisasi sumber daya alam
c. Zona penggunaan lahan
d. Mempermudah dan mempercepat proses manipulasi data
e. Dapat memperkecil biaya pemetaan
17. Manfaat SIG dalam aspek pembangunan diantaranya adalah.....
a. Pengelolaan sumber daya alam
b. Memantau bencana alam
c. Mengolah data geografi
d. Mempermudah perencanaan pola pembangunan
e. Mempertajam perencaan kota
18. Data grafis yang merupakan sumber SIG adalah .....
a. Peta
b. Foto udara
c. Citra satelit
d. Data digital
e. Data tentris
19. Yang dimaksud apdating data dalam proses transformasi data adalah ......
a. Penyimpanan dan penataan
b. Interaksi dengan pengguna
c. Mengubah ke dalam format digital
d. Perubahan data grafis analog
e. Pemeliharaan dan perubahan
20. Manfaat SIG di bidang perencanaan dan rekayasa, kecuali.....
a. Perencanaan perkotaan
b. Perencanaan wilayah
c. Perencanaan pembangunan fasilitas
d. Penempatan perumahan dan jalanan
e. Perencanaan rute dan lokasi jalan tol
21. Kesalahan dalam menafsirkan foto udara yang dapat diketahui melalui.....
a. Skala peta
b. Keterangan pada bagian foto udara
c. Pengecekan dimedan
d. Stereogram
e. Paralaxis
22. Keuntungan menggunakan data digital dalam kajian penginderaan jauh adalah ....
a. Dapat mudah diterima dari tempat yang jauh
b. Dapat menilai pola kekurangan secara cepat
c. Dapat ditafsir lebih cepat
d. Dapat mudah dikirim ke pesawatt ruang angkassa yang mengorbit bumi
e. Rona dan tektur lebih tepat dibedakan
23. Proses identifikasi kebutuhan akan obyek dan sumber data dalam membangun siklus basis data, dilakukan sebelum proses ......
a. Presentasi hasil pengolahan kepada publik
b. Mengarsipkan data-data yang diperoleh
c. Memelihara basis data geografis
d. Memadukan data tersedia dan yang perlu
e. Menyiapkan rancangan basis data
24. Sarana yang paling baik dalam melakukan analisis keruangan adalah ......
a. foto udara
b. SIG
c. survey lapangan
d. peta topografi
e. peta tematik
25. Pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografi diterapkan pada berbagai aspek berikut, kecuali .....
a. kesesuian tanaman
b. pendeteksian daerah rawan bencana
c. perencanaan tata ruang wilayah
d. pendeteksian letusan gunung api
e. pemantauan daerah aliran sungai
26. Salah satu keunggulan penggunaan SIG dalam pemperoleh data adalah......
a. menghemat biaya
b. dapat mengetahui lokasi geografis secara kualitatif
c. pemantauannya mudah
d. secara otomatis cepat dan tepat
e. kesalahannya sedikit
27. Dalam Sistem Informasi Geografi metode yang digunakan untuk menganalisis perubahan batas suatu gejala adalah analisis ......
a. aliran
b. tiga dimensi
c. overley
d. overlap
e. sebaran
28. Dalam Sistem Informasi Geografi terdapat dua macam data yang dikelola yaitu data ....
a. teristis dan numerik
b. atribut dan visual
c. visual dan teristis
d. visual dan numerik
e. spasial dan atribut
29. Pengenalan suatu obyek merupakan bagian yang penting dalam interpretasi foto udara. Adapun yang termasuk dalam unsur interpretasi foto udara adalah sebagai berikut, kecuali....
a. rona dan warna
b. ketinggian dalam pengambilan gambar
c. bentuk dan ukutan
d. tektur dan bayangan
e. pola, lokasi, asosiasi dan pemusatan bukti
30. Aplikasi Sistem Informasi Geografi melalui analisis jaringan dalam perencanaan pembangunan tidak dapat digunakan untuk merekomendasikan .....
a. daya beli masyarakat
b. lokasi yang strategis
c. persebaran konsumen
d. kapasitas aliran
e. variasi pola
31. Keterkaitan antara satu objek dengan objek lainnya, sehingga dapat dijadikan sebagai kunci pengamatan disebut ........
a. lokasi
b. struktur
c. tektur
d. spektrum
e. asosiasi
32. Berikut ini yang bukan merupakan objek geografi yang tergambar dalam citra, yaitu ....
a. pedosfer
b. biosfer
c. atmosfer
d. antroposfer
e. hidrosfer
33. Dalam membaca citra penginderaan jauh ada tahapan yang disebut deteksi. Deteksi memiliki arti ....
a. pengamatan adanya suatu objek
b. mengorganisir langkah penyelidikan
c. penyelidikan data di lapangan
d. observasi dengan peralatan
e. menarik kesimpulan objek data
34. Upaya mencirikan objek yang telah diamati di lapangan disebut ........
a. sampling
b. analisis
c. identifikasi
d. klasifikasi
e. renovasi
35. Alat untuk mengamati citra sehingga dapat mengenali objek dengan jelas disebut ......
a. Teleskop
b. Pantograf
c. Sextan
d. Seismograf
e. Planimeter
36. Alat yang digunakan untuk mengukur luas area di dalam citra disebut ......
a. paralakmeter
b. higrometer
c. steriometer
d. planimeter
e. pluviometer
37. Fungsi energi pada indraja adalah ..........
a. menyinari objek
b. mengatur keseimbangan
c. interpretasi
d. akumulasi tenaga
e. sebagai objek
38. Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, citra nonfoto dapat dibedakan atas .............
a. citra infra merah termal, citra radar dan citra gelombang mikro
b. citra tunggal dan citra multispektral
c. foto condong dan tegak
d. foto ultraviolet, ortokromatik, pankromatik dan inframerah
e. foto udara dan foto satelit
39. Berikut ini yang termasuk komponen mahluk hidup adalah ......
a. data
b. komputer
c. tata cara
d. manusia
e. organisasi
40. Sistem Informasi Geografi merupakan sistem penanganan data keruangan. Definisi tersebut dikemukakan oleh .....
a. Marble
b. Berry
c. Linden
d. Barrough
e. Aronoff
LATIHAN SOAL GEOGRAFI BAB ( PETA DAN PERSEBARAN INDUSTRI )
KELAS XII
SMA N 1 RANDUDONGKAL
1. Pada sebuah peta tematik yang mengunakan symbol titik, diketahui tiap titik identik dengan 50.000 jiwa penduduk. Bila suatu daerah memiliki 1.500.000 jiwa penduduk maka titik yang harus digambarkankan berjumlah….
a. 60 titik
b. 40 titik
c. 10 titik
d. 20 titik
e. 30 titik
2. Diantara persamaan peta topografi dan peta chorografi adalah …..
a. menggambarkan daerah yang dianggap penting
b. menggambarkan permukaan bumi secara umum
c. digambarkan dengan menggunakan warna yang jelas
d. menggambarkan daerah yang luas
e. digambarkan dengan menggunakan slaka besar
3. Untuk letak garis kontur yang renggang pada peta, menggambarkan daerah tersebut …
a. dataran tinggi
b. dataran rendah
c. daerah curam
d. daerah landai
e. daerah terjal
4. Komponen peta yang menerangkan arti dari symbol-simbol yang ada dalam peta disebut …..
a. sumber pembuatan peta
b. orientasi peta
c. proyeksi peta
d. skala peta
e. legenda
5. Informasi fisik yang dapat diketahui dari membaca peta, andara lain ……
a. aneka tambang
b. mata pencaharian penduduk
c. iklim suatu daerah
d. kebudayaan yang dimiliki penduduk
e. daerah obyek wisata peninggalan sejarah
6. Diantara syarat-syarat peta yang benar adalah harus mempunyai sesamaan dengan permukaan bumi tentang …..
a. skala, isi dan obyek
b. skala, bentuk dan luas
c. jarak, luas dan bentuk
d. bentuk, warna dan luas
e. obyek, skala dan bentuk
7. Dalam setiap peta harus mempunyai komponen-komponen berikut, kecuali …..
a. legenda
b. ukuran luas peta
c. skala peta
d. petunjuk arah
e. tahun pembuatan
8. Pada daerah sekita katulistiwa/equator lebih baik digambarkan dengan menggunakan proyeksi peta jenis ….
a. Mercator
b. Silinder
c. Kerucut
d. Azimuthal
e. Ortografis
9. Diketahuai peta yang berskala 1 : 400.000, jarak antara kota A – B dilapangan adalah 8 km, maka jarak kota A – B pata peta adalah….
a. 20 cm
b. 40 cm
c. 2 cm
d. 4 cm
e. 8 cm
10. Pemetaan permukaan bumi yang melengkung atau membulat ke dalam peta, selalu memiliki perbedaan. Hal tersebut dapat diminimalisir melalui …..
a. proyeksi peta
b. foto warna
c. pemetaan azimuth
d. penggunaan theodolit
e. Citra pengindraan
11. Gambaran permukaan bumi pada bidamng datar, yang ukurannya diperkecil sec\bagai kenampakan dilihat dari atas dan dilengkapi dengan tulisan-tulisan sebagai pengenal adalah pengertian dari ….
a. Globe
b. Atlas
c. Denah
d. Sketsa
e. Peta
12. Batas Negara, ruas jalan, sungai, garis pantai dan jalan kereta api memiliki dimensi panjang yang disebut kenampakan ….
a. Luasan
b. Volumerik
c. Garis/linier
d. Posisional
e. Piktorial
13. Di bawah ini yang merupakan komponen suatu peta utama, kecuali ....
a. Tahun pembuatan
b. Skala peta
c. Garis astronomis
d. Biaya pembuatan
e. Judul peta
14. Dalam membaca citra penginderaan jauh ada tahapan yang disebut deteksi. Deteksi memiliki arti ....
a. pengamatan adanya suatu objek
b. mengorganisir langkah penyelidikan
c. penyelidikan data di lapangan
d. observasi dengan peralatan
e. menarik kesimpulan objek data
15. Upaya menafsirkan dan mengkaji citra untuk mengenali objek melalui beberapa tahapan kegiatan disebut .......
a. citra foto
b. interpretasi foto
c. citra ninfoto
d. sensor
e. sumber tenaga
16. Disuatu daerah banyak terdapat sapi perah. Didaerah tersebut akan dibangun industri susu sapi. Pendirian industri tersebut berorientasi.....
a. raw material oriented industry
b. man power oriented industry
c. supply oriented industry
d. foot lose industry
e. market oriented industry
17. Berdasarkan Departemen Perindustrian dan Perdagangan yang termasuk kelompok industri kimia dasar adalah .....
a. minyak goreng
b. roti
c. mensin tekstil
d. semen
e. pakaian jadi
18. Faktor lokasi industri berdasarkan pasar harus memperhatikan permintaan barang oleh konsumen. Permintaan barang tersebut ditentukan faktor berikut, kecuali ....
a. permintaan masa depan
b. persaingan
c. komposisi umur penduduk
d. penduduk
e. konsumen yang hemat dan boros
19. Industri alumunium di Sumatra Utara merupakan contoh industri yang berorientasi ....
a. tenaga kerja
b. pasar
c. sumber tenaga/energi
d. bahan baku
e. transportasi
20. Aglomerasi industri memberikan kepentingan ekonomi karena .....
a. meniadakan pencemaran
b. banyak menyerap tenaga kerja
c. penghematan biaya produksi
d. memacu pertumbuhan ekonomi bagi daerah sekitar
e. menjadikan daerah sekitarnya menjadi lokasi strategis
21. Transportasi merupakan faktor penting dalam industri sehingga menurut Alfred Weber lokasi industri sebaiknya di tempatkan yang biayanya paling minimal. Teori tersebut terkenal dengan sebutan .....
a. Cost least location
b. Least cost location
c. About the location
d. Optimum location
e. Standart der industrien
22. Yang termasuk aspek biofisik yang mempengaruhi lokasi industri adalah....
a. air
b. transportasi
c. lahan
d. batuan
e. kehutanan
23. Salah satu penyebab aglomerasi industri adalah .....
a. letak yang strategis
b. mempermudah peraturan/ perizinan
c. mengurangi pengangguran
d. mempercepat pertumbuhan industri
e. menarik investor
24. Industri yang menjual jasa untuk keperluan orang lain disebut ......
a. industri ekstraktif
b. industri campuran
c. industri nonekstraktif
d. industri fasilitatif
e. industri reproduktif
25. Industri yang daerah pemasarannya meliputi pasar dalam negeri dan luar negeri disebut....
a. industri primer d. industri dasar
b. industri sekunder e. industri lokal
c. industri tersier
Minggu, 26 Juli 2009
Pengertian / Definisi Relokasi Industri Negara Maju dan Negara Berkembang serta Dampak / Efek - Ekonomi Geografi
Relokasi Industri adalah perpindahan atau pemindahan lokasi industri dari negara maju ke negara berkembang dengan alasan menekan upah buruh, tekanan politis atau hukum di negara maju, syarat pendirian industri di negara maju, dan lain sebagainya.
Negara maju yang biasanya melakukan relokasi industri adalah seperti Amerika Serikat /
Dampak dan efek relokasi industri pada negara maju yang melakukan pemindahan atau relokasi industri :
A. Dampak negatif
1. Industri kecil yang berhubungan dengan industri yang dipindahkan akan terkena dampak yang merugikan sehingga menjadi lambat berkembang.
2. Lapangan pekerjaan semakin berkurang karena adanya pemindahan lokasi pabrik tanpa disertai pemindahan pekerja / buruh / pegawai / karyawan.
3. Pendapatan negara maju tersebut akan berkurang.
B. Dampak positif
1. Lokasi / tempat pemasaran untuk memasarkan produk baik barang dan jasa akan semakin meluas.
2. Usaha bisnis yang malakukan relokasi industri akan semakin luas dan maju.
3. Membayar upah buruh yang lebih murah daripada di negara asal.
Dampak dan efek relokasi industri pada negara berkembang yang menerima relokasi industri :
A. Dampak Positif
1. Lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja akan bertambah
2. Mendapatkan modal segar baru secara langsung
3. Pendapatan negara dari pajak dan pendapatan perkapita penduduk dari upah atau gaji bertambah
4. Pengalihan atau alih teknologi dari negara maju ke negara berkembang.
B. Dampak negatif
1. Menimbulkan persaingan yang mungkin akan mematikan industri yang sama di dalam negeri.
2. Masuknya budaya baru yang mungkin bertentangan dengan budaya lokal.
3. Sebagian besar keuntungan yang diperoleh bisnis asing tersebut akan lari ke luar negeri
Pengertian, Definisi, Macam, Jenis dan Penggolongan Industri di Indonesia Perekonomian Bisnis
A. Definisi dan pengertian industri
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.
B. Jenis / macam-macam industri berdasarkan tempat bahan
1) Industri ekstraktif
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan
Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
2) Industri nonekstaktif
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan
3) Industri fasilitatif
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.
C. Golongan / macam industri berdasarkan besar kecil modal
1) Industri padat modal
adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya.
2) Industri padat karya
adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
D. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986
1) Industri kimia dasar
contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb.
2) Industri mesin dan logam dasar
misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll.
3) Industri kecil
Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll.
4) Aneka industri
misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
E. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja
1) Industri rumah tangga
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
2) Industri kecil
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.
3) Industri sedang atau industri menengah
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
4) Industri besar
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.
F. Pembagian / penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
1) Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry)
Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
2) Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry)
Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3) Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan
Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan
G. Macam-macam / jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan
1) Industri primer
adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu
Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
2) Industri sekunder
industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
3) Industri tersier
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Selasa, 21 Juli 2009
Prinsip Dasar Peta dan Pemetaan
BAB I
Prinsip Dasar Peta dan Pemetaan
Tujuan Pembelajaran :
1. Menunjuan kompnen-komponen peta.
2. Membuat peta wilayah pada bidang datar.
3. Membuat laporan data hasil pengukuran.
4. Merumuskan data hasil pengukuran.
5. Membuat peta hasil pengukuran langsung dilapangan.
6. Mengidentifikasi manfaat peta dalam menganalisis lokasi industri.
7. Mengidentifikasi manfaat peta dalam menganalisis lokasi pertanian.
8. Membuat laporan diskusi tentang pemanfaatan peta dalam menganalisis lokasi industri dan pertanian.
MATERI :
A. Pengertian Peta
Pernahkah Anda melihat peta? Kalau sudah, apakah sebenarnya peta itu? Peta merupakan alat utama di dalam ilmu geografi, selain foto udara dan citra satelit. Melalui peta, seorang dapat mengamati kenampakan permukaan bumi lebih luas dari batas pandang manusia.
1. Menurut
Peta adalah suatu gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yan dipilih dari permukaan bumi, yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa. Pada umumnya, peta digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil atau diskalakan.
Kalau Anda bertanya kapan peta mulai ada dan digunakan manusia? Jawabannya adalah peta mulai ada dan digunakan manusia, sejak manusia melakukan penjelajahan dan penelitian. Walaupun masih dalam bentuk yang sangat sederhana yaitu dalam bentuk sketsa mengenai lokasi suatu tempat.
2. Pada awal abad ke 2 (87 M – 150 M), Claudius Ptolomaeus mengemukakan mengenai pentingnya peta. Kumpulan dari peta peta karya Claudius Ptolomaeus dibukukan dan diberi nama “Atlas Ptolomaeus”.
Ilmu yang membahas mengenai peta adalah kartografi. Sedangkan orang ahli membuat peta disebut kartografer.
B. Macam-macam Peta
- Ditinjau dari jenisnya
Ditinjau dari jenisnya, peta dibedakan menjadi dua, yaitu peta foto dan peta garis. Peta foto ialah peta yang dihasilkan dari muzaik foto udara/ortofoto yang dilengkapi garis kontur, nama, dan legenda. Peta garis ialah peta yang menyajikan detail alam dan buatan manusia dalam bentuk titik, garis, dan luasan.
- Ditinjau dari skalanya
Berdasarkan skalanya peta diklasifikasikan menjadi
· Peta kadaster berskala 1 : 100 s/d 1 : 5000
· Peta skala besar berskala 1 : 5000 s/d 1 : 250.000
· Peta skala sedang berskala 1 : 250.000 s/d 1 : 500.000
· Peta skala kecil berskala 1 : 500.000 s/d 1 : 1.000.000
· Peta skala geografi berskala lebih dari 1 : 1.000.000
- Ditinjau dari informasinya
· Peta umum/PetaIkhtisar adalah peta yang menggambarkan segala Sesutu yang ada di permukaan bumi.
· Peta Khusus/Peta Tematik adalah peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan tertentu di permukaan bumi.
Contohnya : Peta kepadatan penduduk, Peta geologi, peta penggunaan lahan, dll.
C. Komponen-komponen/Kelengkapan Peta
Peta yang baik biasanya dilengkapi dengan komponen-komponen peta, agar peta mudah dibaca, ditafsirkan dan tidak membingungkan. Adapun komponenkomponen yang harus dipenuhi dalam suatu peta antara lain:
1. Judul peta
2. Skala peta
3. Legenda atau keterangan
4. Tanda arah atau orientasi
5. Simbol dan warna
6. Sumber dan tahun pembuatan peta
7. Proyeksi peta
Untuk lebih jelasnya mengenai arti dan manfaat dari komponen-komponen peta tersebut, silahkan Anda pelajari uraian berikut ini.
- Judul Peta
Pada peta yang pernah Anda lihat, di bagian manakah biasanya judul peta diletakkan? Judul peta memuat isi peta. Dari judul peta Anda dapat segera mengetahui data daerah mana yang tergambar dalam peta tersebut.
Contoh:
- Peta Penyebaran Penduduk Pulau Jawa.
- Peta Tata Guna Tanah Propinsi
- Peta Indonesia.
Judul peta merupakan komponen yang sangat penting. Biasanya, sebelum membaca memperhatikan isi peta, pasti terlebih dahulu judul yang dibacanya.
Judul peta hendaknya memuat/mencerminkan informasi yang sesuai dengan isi peta. Selain itu, judul peta jangan sampai menimbulkan penafsiran ganda pada peta.
Judul peta biasanya diletakkan di bagian tengah atas peta. Tetapi judul peta dapat juga diletakkan di bagian lain dari peta, asalkan tidak mengganggu kenampakkan dari keseluruhan peta.
- Skala Peta
Skala adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi, dengan satuan ukuran yang sama.
Skala ini sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan.
Bila ingin menyajikan data yang rinci, maka digunakan skala besar, misalnya
1 : 5000. Sebaliknya, apabila ingin ditunjukkan hubungan kenampakan secara
keseluruhan, digunakan skala kecil, misalnya skala 1 : 1000.000.
Contoh:
skala 1 : 500.000 artinya 1 bagian di peta sama dengan 500.000 jarak yang
sebenarnya, apabila dipakai satuan cm maka artinya 1 cm jarak di peta sama
dengan 500.000 cm (5 km) jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala peta
akan dibahas lebih rinci pada modul berikutnya nanti.
- Legenda atau keterangan
Legenda pada peta menerangkan arti dari simbol-simbol yang terdapat pada peta. Legenda itu harus dipahami oleh si pembaca peta, agar tujuan pembuatan peta itu mencapai sasaran. Legenda biasanya diletakkan di pojok kiri bawah peta. Selain itu legenda peta dapat juga diletakkan pada bagian lain peta, sepanjang tidak mengganggu kenampakan peta secara keseluruhan.
Lihat gambar 1.1.
+ + + + + + + : batas negara
+ • + • + • + • : batas provinsi
– • – • – • – • : batas kabupaten
: jalan kereta api.
: jalan raya/sungai
: gunung/gunung api
: Ibu
: Ibu
:
: danau
: rawa
: bandar udara
: pelabuhan
Gambar 1.1. Contoh legenda/ keterangan pada peta.
- Tanda Arah atau Tanda Orientasi
Tanda arah atau tanda orientasi penting artinya pada suatu peta. Gunanya untuk menunjukkan arah utara, Selatan, Timur dan Barat. Tanda orientasi perlu dicantumkan pada peta untuk menghindari kekeliruan. Tanda arah pada peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah Utara. Petunjuk ini diletakkan di bagian mana saja dari peta, asalkan tidak mengganggu kenampakan peta.
Lihat gambar 1.2.

Gambar 1.2. Contoh beberapa tanda orientasi atau petunjuk arah pada peta yang lazim digunakan.
- Simbol dan Warna
Agar pembuatan peta dapat dilakukan dengan baik, ada dua hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu simbol dan warna.

Uraian berikut ini akan menjelaskan satu demi satu mengenai pengertian simbol dan warna tersebut
a. Simbol Peta
Pada peta, Anda juga akan melihat simbol-simbol, gunanya agar informasi yang disampaikan tidak membingungkan. Simbol-simbol dalam peta harus memenuhi syarat, sehingga dapat menginformasikan hal-hal yang digambarkan dengan tepat.
Syarat-syarat tersebut adalah:
- sederhana
- mudah dimengerti
- bersifat umum
b. Macam-macam simbol peta:
1) Macam-macam simbol peta berdasarkan bentuknya
Bentuk-bentuk simbol yang digunakan pada peta berbeda-beda tergantung dari jenis petanya.
a) Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional, seperti simbol
b) Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data geografis misalnya sungai, batas wilayah, jalan, dan sebagainya.
c) Simbol luasan (Area), digunakan untuk menunjukkan kenampakan area misalnya rawa, hutan,
d) Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur dan gerak
e) Simbol batang, digunakan untuk menyatakan harga/dibandingkan harga lainnya/nilai lainnya.
f) Simbol lingkaran, digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah)dalam bentuk persentase.
g) Simbol bola, digunakan untuk menyatakan isi (volume), makin besarsimbol bola menunjukkan isi (volume) makin besar dan sebaliknyamakin kecil bola berarti isi (volume) makin kecil.
2) Macam-macam simbol peta berdasarkan sifatnya
Simbol-simbol yang Anda lihat pada peta, ada yang menyatakan jumlah dan ada yang hanya membedakan. Berdasarkan sifatnya, simbol peta dibedakan menjadi dua macam yaitu:
a) Simbol yang bersifat kualitatif
Simbol ini digunakan untuk membedakan persebaran benda yang digambarkan. Misalnya untuk menggambarkan daerah penyebaran hutan, jenis tanah, penduduk dan lainnya.
b) Simbol yang bersifat kuantitatif
Simbol ini digunakan untuk membedakan atau menyatakan jumlah.
3) Macam macam simbol berdasarkan fungsinya
Penggunaan simbol pada peta tergantung fungsinya. Untuk menggambarkan bentuk-bentuk muka bumi di daratan, di perairan, atau bentuk-bentuk budaya manusia.
Berdasarkan fungsinya simbol peta dapat dibedakan menjadi:
a) Simbol daratan, digunakan untuk simbol-simbol permukaan bumi di daratan.
Contoh: gunung, pegunungan, gunung api.
b) Simbol perairan, digunakan untuk simbol-simbol bentuk perairan.
c) Simbol budaya, digunakan untuk simbol simbol, bentuk hasil budaya.
c. Warna
Perhatikan peta yang ada di sekolah Anda, warna apa saja yang ada pada peta tersebut? Peta yang berwarna akan lebih indah dilihat dan kenampakan yang ingin disajikan juga kelihatan lebih jelas. Tidak ada peraturan yang
Contohnya:
1) Untuk laut, danau digunakan warna biru.
2) Untuk temperatur (suhu) digunakan warna merah atau coklat.
3) Untuk curah hujan digunakan warna biru atau hijau.
4) Daerah pegunungan tinggi/dataran tinggi (2000 - 3000 meter) digunakan warna coklat tua.
5) Untuk dataran rendah (pantai) ketinggian 0 sampai 200 meter daripermukaan laut digunakan warna hijau.
Dilihat dari sifatnya, warna pada peta dapat dibedakan menjadi dua macam,
yaitu: Yang bersifat kualitatif dan yang bersifat kuantitatif. Yang bersifat kualitatif hanya membedakan unsurnya saja. Sedangkan yang bersifat kuantitatif terutama dimaksudkan untuk menunjukkan jumlah atau nilai gradasinya, meskipun juga untuk membedakan unsurnya.
- Sumber dan Tahun Pembuatan Peta
Bila Anda membaca peta, perhatikan sumbernya. Sumber memberi kepastian kepada pembaca peta, bahwa data dan informasi yang disajikan dalam peta tersebut benar benar absah (dipercaya/akurat), dan bukan data fiktif atau hasil rekaan. Hal ini akan menentukan sejauh mana si pembaca peta dapat mempercayai data/informasi tersebut. Selain sumber, perhatikan juga tahun pembuatannya. Pembaca peta dapat mengetahui bahwa peta itu masih cocok atau tidak untuk digunakan pada masa sekarang atau sudah kadaluarsa karena sudah terlalu lama.
- Inset peta
Inset peta menunjukan lokasi daerah yang dipetakan terhadap daerah di sekitarnya yang lebih luas. Kegunaan inset adalah untuk menjelaskan salah satu bagian dari peta dan untuk menjukan lokasi yang penting tetapi kurang jelas dalam peta.
- Proyeksi peta
Proyeksi peta adalah cara pemindahan system parallel/garis lintang dan meridian/garis bujur dan globe/bidang lengkung kebidang datar/peta.
- Garis tepi
Garis tepi biasanya dibuat rangkap, yang berfungsi membatasi peta dengan komponen-komponennya di dalam bingkai (garis tepi peta) serta membantu daerah yang dipetakan tepat pada posisi di tengah-tengah.
- Lettering
Lettering adalah semua tulisan atau huruf-huruf yang tertera di dalam peta, yang berfungsi untuk mempertegas arti dari symbol-simbol yang ada pada peta, yang biasanya ditulis dengan tipe huruf tertentu.
D. Cara Membuat dan Membaca Peta
- Membuat Peta
Dalam pembuatan peta, ada beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan. Yang dimaksud pembuatan peta dalam modul ini bukan dalam pengertian pemetaan wilayah.
Langkah-langkah prinsip pokok dalam pembuatan peta adalah:
a. menentukan daerah yang akan Anda petakan,
b. membuat peta dasar (base map) yaitu peta yang belum diberi simbol,
c. mencari dan mengklarifikasikan (menggolongkan) data sesuai dengan kebutuhan,
d. membuat simbol-simbol yang mewakili data,
e. menempatkan simbol pada peta dasar,
f. membuat legenda (keterangan), dan
g. melengkapi peta dengan tulisan (lettering) secara baik dan benar.
- Tata Cara Penulisan pada Peta
Untuk membuat tulisan (lettering) pada peta ada kesepakatan di antara para ahli (kartografer) yaitu sebagai berikut:
- Nama geografis ditulis dengan bahasa dan istilah yang digunakan penduduk setempat.

Gambar 1.8.
Contoh penulisan sungai.
Contoh: Sungai ditulis Ci (Jawa Barat), Kreung (Aceh), Air (Sumatera utara). Nama sungai ditulis searah dengan aliran sungai dan menggunakan huruf miring.
b. Nama jalan di tulis harus searah dengan aras jalan tersebut, dan ditulis dengan huruf cetak kecil.


Gambar 1.19. Gambar 1.20.
Contoh penulisan jalan. Contoh penulisan nama
c. Nama
1. di bawah simbol
2. di atas simbol
3. di sebelah kanan simbol
4. di sebelah kiri simbol
- Memperbesar dan Memperkecil Peta
Setelah Anda memahami langkah-langkah dalam membuat peta, macammacam simbol peta dan penggunaannya, sekarang kita pelajari bagaimana cara memperbesar dan memperkecil peta.
a. Memperbesar Peta
Untuk memperbesar peta yang bisa Anda lakukan yaitu;
1) Memperbesar grid (sistem kotak-kotak)
Langkah-langkah yang harus Anda lakukan adalah:
a) Buat grid pada peta yang akan diperbesar.
b) Buat grid yang lebih besar pada kertas yang akan digunakan untuk menggambar peta baru, pembesarannya sesuai dengan rencana pembesaran.
c) Memindahkan garis peta sesuai dengan peta dasar ke peta baru.
d) Mengubah skala, sesuai dengan rencana pembesaran.
Contoh:
Peta berskala 1 : 100.000 akan diperbesar 2 kali, maka skala
menjadi 1 : 50.000. (Lihat gambar 1.21)

Gambar 1.21. Cara memperbesar peta dengan memperbesar grid.
2) Fotocopy
Cara lain memperbesar peta adalah dengan cara fotocopy peta tersebut. Bila Anda ingin memperbesar peta gunakanlah mesin fotocopy yang dapat memperbesar peta. Dengan fotocopy, untuk peta yang menggunakan skala garis atau skala tongkat tidak ada masalah, karena panjang garis atau tongkat mengikuti perubahan. Peta dengan skala angka harus diubah dulu skalanya menjadi skala garis sebelum di fotocopy.
Contoh: Mengubah skala angka ke skala garis
Skala 1 : 100.000 menjadi

Artinya, jarak 10 cm di peta mewakili jarak 5 km di lapangan.
3) Menggunakan alat pantograf
Selain dengan memperbesar grid dan memfotocopy untuk memperbesar peta Anda dapat menggunakan alat pantograf. Pantograf adalah alat untuk memperbesar dan memperkecil peta.
b. Memperkecil Peta
Bila Anda ingin memperkecil peta, caranya sama dengan memperbesar peta yaitu:
1) memperkecil peta
2) memfotocopy peta dengan mesin fotocopy yang dapat memperkecil peta
3) menggunakan pantograf
Di bawah ini disajikan gambar sketsa dari pantograph

Sketsa alat pantograf. Pantograf dapat dipakai untuk memperbesar atau memperkecil skala peta. Dengan menggunakan alat ini kita dapat mengubah ukuran peta sesuai
dengan ukuran yang diinginkan. Pada dasarnya, kerja pantograh berdasarkan jajaran genjang. Tiga dari empat sisi jajaranb genjang (a, b dan c) mempunyai skala faktor yang sama. Skala pada ketiga sisi tersebut dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan, yaitu memperbesar atau memperkecil peta.
Rumus yang digunakan:
![]()
Contoh: Suatu peta akan diperbesar 5 kali lipat.
Diketahui :
m = 1 (besar peta yang asli)
M = 5 (besar peta yang akan dibuat)
Maka skala faktor =
![]()
Setelah didapat besarnya skala faktor, lalu pantograf diatur sedemikian rupa sehingga masing-masing lengan pantograf mempunyai skala factor sama dengan 100.
Caranya:
Peta yang akan diperbesar letakkan ditempat B dan kertas gambar kosong letakkan di tempat gambar A yang sudah dilengkapi pensil. Kemudian (dijiplak) gerakkan B mengikuti peta asal, melalui kaca pengamat.
- Membaca Peta
Dalam membaca peta, Anda harus memahami dengan baik semua simbol atau informasi yang ada pada peta. Kalau Anda dapat membaca peta dengan baik dan benar, maka Anda akan memiliki gambaran mengenai keadaan wilayah yang ada dalam peta, walaupun belum pernah melihat atau mengenal
a. Isi peta dan tempat yang digambarkan, melalui judul.
b. Lokasi daerah, melalui letak garis lintang dan garis bujur.
c. Arah, melalui petunjuk arah (orientasi).
d. Jarak atau luas suatu tempat di lapangan, melalui skala peta.
e. Ketinggian tempat, melalui titik trianggulasi (ketinggian) atau melalui garis kontur.
f. Kemiringan lereng, melalui garis kontur dan jarak antara garis kontur yang berdekatan.
g. Sumber daya alam, melalui keterangan (legenda).
h. Kenampakkan alam, misalnya relief, pegunungan/gunung, lembah/sungai, jaringan lalu lintas, persebaran
Selanjutnya kita dapat menafsirkan peta yang kita baca, antara lain sebagai berikut:
a. Peta yang banyak gunung/pegunungan dan lembah/sungai, menunjukkan bahwa daerah itu berelief kasar.
b. Alur-alur yang lurus, menunjukkan bahwa daerah itu tinggi dan miring, jika alur sungai berbelok-belok (berbentuk meander), menunjukkan daerah itu relatif datar.
c. Pola (bentuk) pemukiman penduduk yang memusat dan melingkar, menunjukkan daerah itu kering (sulit air) tetapi di tempat-tempat tertentu terdapat sumber-sumber air.
Dengan membaca peta Anda akan dapat mengetahui:
a. Jarak lurus antar
b. Keadaan alam suatu wilayah, misalnya suatu daerah sulit dilalui kendaraan karena daerahnya berawa-rawa.
c. Keadaan topografi (relief) suatu wilayah.
d. Keadaan penduduk suatu wilayah, misalnya kepadatan dan persebarannya.
Keadaan sosial budaya penduduk, misalnya mata pencaharian, persebaran sarana